Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772 / 085712999772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

 

Staf Admin 3 - Intan

085362627774 / 081534994774

cs.parapsikologi@gmail.com

http://parapsikologi.com/gambar/bbm/bbmintan.png

http://www.ilmuhikmah.com/wp3.png
Yahoo! Messenger

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

 

 

Makam Sunan Muria

Kudus adalah ibu kota dari Kabupaten Kudus. Luas dari Kabupaten Kudus ini 42.221,608 ha, terdiri dari tiga Kawedanan yakni Kawedanan Kudus, Kawedanan Cendono dan Kawedanan Tenggeles. Kawedanan Kudus terdiri dari tiga Kecamatan, yakni (1) Kec. Kota, 25 kelurahan, (2) Kec. Jati, 14 kelurahan (3) Kec. Undaan, 14 kelurahan.

 

Kawedanan Cendono terdiri dari empat Kecamatan, yakni (1) Kec. Bae, 10 kelurahan, (2) Kec. Gebog, 11 kelurahan, (3) Kec. Dawe, 17 kelurahan dan (4) Kec. Kaliwungu, 15 kelurahan. Kawedanan Tenggeles terdiri dari dua Kecamatan, yakni (1) Kec. Jekulo, 12 kelurahan dan (2) Kec. Mejobo, 11 kelurahan.

 

Kota Kudus terletak di km. 51 sebelah Timur Laut Semarang. Dari kota Kudus ke arah Timur terdapat kota Pati dengan jarak 25 km. dan ke arah Barat terdapat kota Jepara dengan jarak 36 km. Di kota Kudus inilah di Kudus Kulon, terdapat makamnya salah seorang Wali Sembilan yang terkenal pula, yaitu Sunan Kudus. Makamnya Sunan Kudus juga menjadi tempat berziarah yang setiap tgl. 10 Syuro diperingati dengan upacara Khol. Pada setiap menjelang tgl. 1 Ramadlan di komplek makam Sunan Kudus yakni di sekitar Masjid Menara dan Menara Kudus diadakan upacara DHANDHANGAN, yakni menabuh bedbug. Puluhan hari sebelum Dhandhangan, telah banyak orang berjualan bagaikan pasar malam laiknya.

 

Colo dan Bukit Muria

 

Di sebelah Utara kota Kudus dengan jarak 18 km. terdapat desa bernama Colo. Desa Colo ini terletak di lereng bukit Muria, yakni salah sebuah bukit dari beberapa puncak di Gunung Muria yang tingginya 1600 meter lebih. Di atas bukit Muria itulah letaknya makam Sunan Muria, di belakang Masjid yang konon dibuat sendiri oleh beliau. (Masjid itu sekarang telah dipugar sehingga hilang keasliannya kecuali hanya beberapa bagian saja yang masih asli, namun itupun adalah bekas pugaran juga).

 

Mengapa bukit atau gunung itu dinamakan Muria?

 

Menurut hypotesa Solihin Salam dalam bukunya "Kudus Purbakala Dalam Perjoangan Islam" terbitan Menara Kudus halaman 47 — 50, yang mana setelah Solihin Salam mengutip dari buku "A Short Cultural History of Indonesia" karya Soetjipto Wirjosoeparto, berpendapat bahwa nama Muria itu diidentifikasikan dengan nama sebuah bukit di dekat Yerussalam Palestina. Di dekat Yerussalam atau Darussalam sana yang terdapat juga disebut Baitul Maqdis, ada sebuah bukit yang bernama Gunung Moriah, di mana Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dahulu membangun sebuah kanisah.

 

Perlu diketahui bahwa nama kota Kudus mungkin diambil dari sebuah inskripsi tentang berdirinya Masjid Menara Kudus, yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun  956 H.   (1549 M) yang mengatakan bahwa kota ini bernama Al Quds.

 

Maka nama Muria mengingatkan kita pada nama sebuah bukit di dekat kota Baitul Maqdis atau Yerussalam atau Darussalam itu.

 

Desa Colo dijadikan obyek pariwisata oleh Pemerintah Daerah Kudus. Di sana telah berdiri banyak villa, dengan hawanya yang sejuk, terdapat sebuah grojogan atau air terjun (curug) bernama MONTHEL. Bila hari Minggu banyak orang berekreasi, terutama pada hari-hari ramainya ziarah ke makam Sunan Muria, yakni pada hari-hari Kaniis Legi dan Jum 'at Paing.

 

Makam Sunan Muria dan Masjidnya.

 

Sunan Muria dimakamkan di atas puncak bukit bernama bukit Muria. Dari pintu gerbang masih naik lewat beratus tangga (undhagan) menuju ke komplek makamnya, yang terletak persis di belakang Masjid Sunan Muria. Mulai naik dari pintu gerbang pertama paling bawah hingga sampai pelataran Masjid jaraknya kurang lebih 750 meter jauhnya.

 

Setelah kita memasuki pintu gerbang makam, tampak di hadapan kita pelataran makam yang dipenuhi oleh 17 batu nisan. Menurut Juru Kunci makam, itu adalah makamnya para prajurit dan pada punggawa (orang-orang terdekat, ajudan dan semacam Patih dalam Keraton).

 

Di batas utara pelataran ini berdiri bangunan cungkup makam beratapkan sirap dua tingkat. Di dalamnya terdapat makamnya Sunan Muria. Di sampingnya sebelah timur, ada nisan yang konon makamnya puterinya perempuan bernama Raden Ayu Nasiki.

 

Dan tepat di sebelah barat dinding belakang masjid Muria, sebelah selatan mihrab terdapat makamnya Panembahan Pengulu Jogodipo, yang menurut keterangannya Juru Kunci adalah putera sulungnya Sunan Muria.